Ditulis pada tanggal 9 January 2023, oleh admin, pada kategori Artikel Asisten, Semua Posting

Oleh: Regita Destya (ADRK 2020)

 

Kualitas merupakan suatu hal yang penting bagi produsen dan pelanggan di pasar. Pemangku bisnis telah menyadari bahwa kelangsungan bisnisnya di pasar sangat bergantung pada kualitas produk yang mereka hasilkan. Persaingan yang ketat di dunia bisnis telah menimbulkan adanya perubahan besar dalam pendekatan manajemen mutu. Perusahaan dituntut untuk memiliki keunggulan bersaing yang tinggi. Keunggulan bersaing dapat diperoleh dengan cara meminimalkan biaya, meningkatkan kualitas, serta menekan angka lead time (Faizal et al., 2020). Tindakan pengendalian kualitas yang dilakukan harus mencakup secara keseluruhan siklus hidup produk mulai dari identifikasi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan hingga produk atau jasa tersebut berada di tangan pelanggan. Perusahaan memegang peranan penting dalam mengambil strategi yang tepat dalam meningkatkan kualitas suatu produk maupun jasa. Poka-yoke telah menjadi salah satu metode yang digunakan untuk mencegah kesalahan dan cacat dalam proses. “Poka-yoke” berasal dari bahasa Jepang “yokeru” yang berarti menghindari dan “poka” yang berarti kesalahan (akibat kelalaian). Secara umum, Poka-yoke merupakan suatu konsep manajemen mutu yang bertujuan untuk menghindari kesalahan akibat kelalaian (human error) dengan cara memberikan batasan-batasan dalam pengoperasian suatu alat maupun produk.

Poka-yoke memiliki tiga fungsi dasar di antaranya warning yang berfungsi sebagai pengingat dan pemberi peringatan kepada petugas apabila terjadi kesalahan dengan cara memberikan sinyal baik berupa suara, lampu, dan sinyal yang lainnya, control bertujuan untuk mendeteksi proses produksi yang berpotensi menimbulkan masalah serta shut down yang berfungsi memberhentikan proses apabila kesalahan proses tersebut tidak dapat ditoleransi. Berikut ini merupakan langkah-langkah implementasi poka yoke.

Langkah pertama yaitu identifikasi proses mana yang berpotensi mengalami kesalahan kerja. Setelah itu, tuliskan secara jelas dan rinci langkah kerja pada proses yang akan dianalisis. Kemudian, perhatikan dengan seksama proses tersebut apakah terdapat perbedaan dengan apa yang telah dirinci. Cari akar permasalahan langkah kerja ataupun kondisi yang dapat menyebabkan kesalahan kerja seperti linkungan, alat ukur, dan peralatan kerja. Setelah itu, identifikasi metode Poka-yoke yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Langkah terakhir yaitu lakukan monitor dan evaluasi ulang setelah mengimplementasikan metode Poka-yoke (Kumar et al., 2021). Poka-yoke mencegah terjadinya kesalahan bukan cacat. Kesalahan merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari seperti human error akibat kurangnya konsentrasi operator secara terus menerus atau kurangnya pemahaman operator terkait petunjuk yang diberikan. Cacat dihasilkan akibat adanya kesalahan dan sepenuhnya dapat dihindari. Dengan demikian, tujuan utama dari Poka-yoke adalah mendesain ulang atau merekayasa proses sehingga kesalahan dapat dicegah atau dapat segera dideteksi dan dikoreksi (Shahin & Ghasemaghaei, 2010).

Sumber:

Faizal, A., Nababan, N. Y., & Jatnika, M. E. (2020). USULAN PERBAIKAN DEFECT PADA SABLON PLASTIK MENGGUNAKAN METODE POKA YOKE DI CV. BAYOR PRINT 69. Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan, 6(2).

Kumar, R., Dwivedi, R. K., Dubey, S. K., & Singh, A. P. (2021). Influence and Application of Poka-Yoke Technique in Automobile Manufacturing System. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 1136(1).

Shahin, A., & Ghasemaghaei, M. (2010). Service Poka Yoke. International Journal of Marketing Studies, 2(2).